BAB 4
ASBABUN NUZUL
A.
Pengertian
Menurut bahasa (etimologi), asbabun nuzul
berarti turunnya ayat-ayat Al-Qur’an dari kata “asbab” jamak dari “sababa” yang
artinya sebab-sebab, nuzul yang artinya turun. Yang dimaksud disini adalah ayat
Al-Qur’an. Asbabun nuzul
adalah suatu peristiwa atau sesuatu
yang menyebabkan turunnya ayat-ayat Al-Qur’an
baik secara langsung maupun
tidak langsung.
Menurut istilah asbabun nuzul terdapat banyak
pengertian, diantaranya:
1. Menurut
Az-Zarqani
“Asbab an-Nuzul adalah hal khusus atau sesuatu yang
terjadi serta hubungan dengan turunnya ayat Al-Qur’an
yang berfungsi sebagai penjelas hukum pada saat peristiwa itu terjadi”.
2. Ash-Shabuni
“Asbab an-Nuzul adalah peristiwa atau kejadian yang
menyebabkan turunnya satu atau beberapa ayat mulia yang berhubungan dengan
peristiwa dan kejadian tersebut, baik berupa pertanyaan yang diajukan kepada
Nabi atau kejadian yang berkaitan dengan urusan agama”.
3. Subhi
Shalih
ما نزلت الآية اواآيات بسببه متضمنة له او مجيبة عنه
او مبينة لحكمه زمن وقوعه
“Asbabun Nuzul
adalah sesuatu yang menjadi sebab turunnya satu atau beberapa ayat Al-Qur’an yang terkadang menyiratkan
suatu peristiwa sebagai respon atasnya atau sebagai penjelas
terhadap hukum-hukum ketika peristiwa itu terjadi”.[1]
4.
Mana’ al-Qathan
مانزل قرآن بشأنه وقت وقوعه كحادثة او سؤال
“Asbab an-Nuzul
adalah peristiwa yang menyebabkan turunnya al-Qur’an berkenaan dengannya waktu
peristiwa itu terjadi, baik berupa satu kejadian atau berupa pertanyaan yang
diajukan kepada Nabi”.
5. Nurcholis
Madjid
Menyatakan bahwa asbab al-Nuzul adalah konsep,
teori atau berita tentang adanya sebab-sebab turunnya wahyu tertentu dari Al-Qur’an kepada Nabi SAW baik berupa satu ayat,
satu rangkaian ayat maupun satu surat.
Kendatipun redaksi pendefinisian tersebut sedikit berbeda semua
menyimpulkan bahwa asbab an-nuzul adalah kejadian yang melatarbelakangi
turunnya ayat Al-Qur’an
dalam rangka menjawab, menjelaskan dan menyelesaikan masalah-masalah yang
timbul dari kejadian tersebut.
Mengutip pengertian dari Subhi al-Shaleh kita dapat
mengetahui bahwa asbabun nuzul ada kalanya berbentuk peristiwa atau juga berupa
pertanyaan, kemudian asbabun nuzul yang berupa peristiwa itu sendiri terbagi
menjadi 3 macam:
a) Peristiwa
berupa pertengkaran
Seperti kisah turunnya surat Ali
Imran ayat 10 Yang bermula dari adanya perselisihan oleh kaum Aus dan Khazraj
hingga turun ayat 100 dari surat Ali Imran yang menyerukan untuk
menjauhi perselisihan.
b) Peristiwa
berupa kesalahan yang serius
Seperti kisah turunnya surat an-Nisa’
ayat 43 Saat itu ada seorang
Imam shalat yang sedang dalam keadaan mabuk, sehingga salah
mengucapkan surat al-Kafirun, surat An-Nisa’ turun dengan
perintah untuk menjauhi shalat dalam keadaan mabuk.
c) Peristiwa
berupa cita-cita/keinginan
Ini dicontohkan
dengan cita-cita Umar ibn Khattab yang menginginkan maqam Ibrahim sebagai
tempat shalat, lalu turun ayat:
والتخذ وامن مقام ابراهيم مصلّى
Sedangkan
peristiwa yang berupa pertanyaan dibagi menjadi 3 macam:
1. Pertanyaan
tentang masa lalu seperti :
tRqè=t«ó¡our `tã Ï Èû÷ütRös)ø9$# ( ö@è% (#qè=ø?r'y Nä3øn=tæ çm÷ZÏiB #·ò2Ï ÇÑÌÈ
“Mereka akan
bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Dzulkarnain. Katakanlah: "Aku akan
bacakan kepadamu cerita tantangnya". (QS. Al-Kahfi: 83)
2. Pertanyaan
yang berhubungan dengan sesuatu yang sedang berlangsung pada waktu itu seperti
ayat:
tRqè=t«ó¡our Ç`tã Çyr9$# ( È@è% ßyr9$# ô`ÏB ÌøBr& În1u !$tBur OçFÏ?ré& z`ÏiB ÉOù=Ïèø9$# wÎ) WxÎ=s% ÇÑ
“Dan mereka
bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: "Roh itu termasuk urusan
Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit". (QS.
Al-Isra’ : 85)
3. Pertanyaan
tentang masa yang akan datang
“(orang-orang
kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari kebangkitan, kapankah
terjadinya?”
B.
Macam-macam
Asbab an-Nuzul
1) Dilihat
dari sudut pandang redaksi yang dipergunakan dalam riwayat asbab an-nuzul:
a. Sarih
(jelas)
Artinya riwayat yang memang sudah jelas
menunjukkan asbabunnuzul dengan indikasi menggunakan lafal (pendahuluan).
سبب نزول
هذه الآية هذا...
Sebab turun ayat
ini adalah
حدث
هذا... فنزلت الآية
Telah terjadi ……
maka turunlah ayat
سئل
رسول الله عن كذا... فنزلت الآية
Rasulullah pernah kiranya tentang ……
maka turunlah ayat. Muhtamilah
(masih kemungkinan atau belum pasti).
Riwayat belum dipastikan sebagai asbab
an-Nuzul karena masih terdapat keraguan.
نزلت هذه الآية فى
كذا...
(ayat ini diturunkan bertujuan untuk
menunjukkan dan menentukan antara keduanya diperlukan dalil dan qarinah lain
yang dapat membantunya. )
احسب هذه الآية نزلت فىكذا...
(saya kira ayat
ini diturunkan berkenaan dengan sebab turunya ……)
ما احسب نزلت هذه الآية
الا فىكذا...
(saya kira ayat
ini tidak diturunkan kecuali berkenaan dengan …)
4. Dilihat
dari sudut pandang terbilangnya asbabun nuzul untuk satu ayat atau terbilangnya
ayat untuk satu sebab asbab an-nuzul.
i.
Beberapa sebab yang
hanya melatarbelakangi turunnya satu ayat
ii.
Satu sebab yang
melatarbelakangi turunnya beberapa ayat.
C.
Cara
Mengetahui Riwayat Asbab an-Nuzul
Asbab an-nuzul adalah peristiwa yang
terjadi pada zaman Rasulullah saw. Oleh karena itu, tidak boleh tidak ada jalan
lain untuk mengetahuinya selain berdasarkan periwayatan (pentransmisian) yang
benar (naql as-shalih) dari orang-orang yang melihat dan mendengar langsung
turunnya ayat al-Qur’an.
Al-wahidi
berkata :
لا يحل القول فى اسباب نزول الكتاب الاّ بالرواية والسماع ممن شاهدواالتنزيل
ووقفوا على الاسباب وبحثوا عن علمها
“Tidak boleh
memperkatakan tentang sebab-sebab turun al-Qur’an melainkan dengan dasar
riwayat dan mendengar dari orang-orang yang menyaksikan ayat itu diturunkan
dengan mengetahui sebab-sebab serta membahas pengertiannya”.
Sejalan dengan itu, al-Hakim menjelaskan
dalam ilmu hadits bahwa apabila seorang sahabat yang menyaksikan masa wahyu dan
Al-Qur’an diturunkan, meriwayatkan
tentang suatu ayat Al-Qur’an
bahwa ayat tersebut turun tentang suatu (kejadian). Ibnu al-Salah dan lainnya
juga sejalan dengan pandangan ini.
Berdasarkan keterangan tersebut, maka sebab an-nuzul
yang diriwayatkan dari seorang sahabat diterima sekalipun tidak dikuatkan dan
didukung riwayat lain. Adapun asbab an-nuzul dengan hadits mursal (hadits yang
gugur dari sanadnya seorang sahabat dan mata rantai periwayatnya hanya sampai
kepada seorang tabi’in). riwayat seperti ini tidak diterima kecuali sanadnya
sahih dan dikuatkan hadits mursal lainnya.
Biasanya ulama menggunakan lafadz-lafadz
yang tegas dalam penyampaiannya, seperti: “sebab turun ayat ini begini”, atau
dikatakan dibelakang suatu riwayat “maka turunlah ayat ini”.
Contoh :
“beberapa orang
dari golongan Bani Tamim mengolok-olok Bilal, maka turunlah ayat Yaa
aiyuhal ladzina amanu la yaskhar qouman”.
D.
Urgensi
asbabun nuzul
a) Penegasan
bahwa al-Qur’an benar dari Allah.
b) Penegasan
bahwa Allah benar-benar memperhatikan Rasul dalam menjalankan misi risalahnya.
d) Sarana
memahami ayat secara tepat.
2. Subhi Shalih, Mabahits fi ‘Ulumul Qur’an, Dar
al-Qalam li Al-Malayyin, Beirut, 1988, hlm. 132.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar